Sabtu, 18 Juni 2011

Serdadu Kumbang, Film Bertemakan Anak dan Pendidikan.


Di tengah perfilman nasional yang selalu sering dihiasi dengan film-film bertemakan horor dan sering kali kurang mendidik (menurut persepsi pribadi sih hehehe....) kali ini hadir sebuah film yang bertemakan tentang Anak-anak dan Pendidikan, Serdadu Kumbang. Ya...tadi pagi saya menonton di balik layar pembuatan film ini di @Metrotv dan membuat suasana cukup terharu karena akting bagus yang dimainkan oleh Yudi Miftahudin (sebagai Ame), bahkan Ari Sihasale (Director) dan Nia Sihasale Zulkarnaen (Executive Produser) sampai meneteskan air mata dari balik layar ketika melihat Ame dengan semua kepolosan aktingnya (mudah-mudahan filmnya nanti juga mampu membuat penontonnya terharu hehehe....).


Dari tayangan 'di balik layar pembuatan film Serdadu Kumbang' (metrotv), film ini menceritakan tentang tiga orang anak dari Sumbawa yaitu Ame (anak yang memiliki kekurangan, bibir sumbing yang diperankan oleh Yudi Miftahudin,dan yang menarik Yudi ini aslinya juga memiliki bibir sumbing), dan dua orang temannya Umbe dan Acan yang masing-masing memiliki cita-cita dan menuliskannya di kertas serta menaruhnya dalam botol dan menggantungkannya di sebuah pohon yang mereka beri nama pohon cita-cita, tidak jauh dari desa tempat tinggal mereka. Ame anak yang sumbing dan memiliki cita-cita sebagai presenter tapi memiliki keahlian mengendalikan kuda akankah mampu meraih cita-citanya???.

Kamis, 16 Juni 2011

Harapan Akan : Surat Kepada Para Tokoh Nasional Indonesia

Sebelumnya saya pernah menulis sebuah Surat Terbuka kepada para tokoh nasional yang saya muat di Kompasiana dengan judul Surat Kepada Para Tokoh Nasional Indonesia, dimana isi surat ini memuat tentang sebuah harapan agar para tokoh nasional ini bersatu dan memiliki kesadaran bersama bahwa negeri ini telah semakin menuju keterpurukan. Sangat berharap bahwa para tokoh di negeri ini saling bersatu untuk mengatsi persoalan bangsa dan menempatkan kepentingan nasional dalam setiap tindakan yang akan dilakukan sehingga para pengurus negeri ini tidak lagi disibukkan dengan urusan politik saja.
Kemudian tadi sore (Kamis 16/6/2011) saya melihat di MetroTv adanya Silaturahmi Nasioanl yang mempertemukan beberapa tokoh nasional seperti Surya Paloh (Ketua Umum Nasional Demokrat), Jusuf Kalla (Mantan Wapres), Taufik Kiemas (Ketua MPR), Wiranto (Ketua Hanura), mantan rektor UGM Sofyan Effendi, Syarif Hidayatulloh Azyumardi Azra (mantan rektor UIN), Taufik Ismail (Budayawan), dll, dan juga Din Syamsuddin (Ketua PP Muhammadiyah) yang sekaligus memfasilitasi pertemuan ini di Kantor PP Muhammadiyah.
Pertemuan antar beberapa tokoh ini berbicara tentang "Mencegah Kebangkrutan Negara" yang mana diperoleh kesimpulan bahwa perlu melakukan Perubahan bersama dan menggerakkan seluruh kebijakan berdasarkan konstitusi dan Pancasila (Din Syamsuddin pada wawancara metrotv). Pertemuan beberapa tokoh nasional ini seolah menjawab (merasa aj sih hehehe....) surat terbuka saya (Surat Kepada Para Tokoh Nasional Indonesia). Mengapa saya berkata demikan??